Thursday, March 31

let it go

"nevermind hehe. bsk jam 8 kan?" 
send - search - amany pesek - ok.
aku masukkan hp nokiaku di kantong, sembari menatap pohon-pohon yang seakan berlalu lalang. aku mendongak, terlihat gedung-gedung tinggi yang bermandikan cahaya menambah indahnya suasana malam kota KL. kami - aku, ka gesha, ibu - sedang dalam taksi, perjalanan pulang dari bukit bintang. sesampainya dirumah, aku begitu lelah dan mengantuk. segeralah aku mengganti pakaian, mencuci muka, tangan, kaki dan menyikat gigi. lalu segera meloncat ke tempat tidur. tetapi buru-buru aku bangkit kembali, setelah menyadarari bahwa aku belum sholat isya. anehnya, aku bukan melangkah menuju kamar mandi, tetapi menuju rak buku tempat biasa aku meletakkan hp. tetapi hpku tidak ada disana. aku lirik tempat tidurku, disana hanya ada bantal dan selimut. apakah mungkin di bawah bantal? segera aku singkirkan benda-benda itu. tetap tidak ada. ohya! pasti didalam kantung celana tadi! bergegas aku ke belakang, mengaduk mesin cuci yang nyaris penuh oleh kain kotor. setelah berhasil menemukan, aku remas celana pink itu bagian kantung. nihil. aku tidak merasakan beda keras persegi panjang itu disana. aku panik. dengan setengah berteriak, aku umumkan bahwa hp ku hilang. kak gesha ke luar kamar, " ketinggalan di taksi din?" tanyanya. aku tidak menjawab, aku terlalu sibuk dengan pikiranku. aku coba telfon melalui telfon rumah. diangkat. "halo?" tanyaku, serak. "haloo?" terdengar suara laki-laki di ujung sana. "maaf, hp saya ketinggalan di taksi bapak, sekarang bapak ada dimana ya?" sederet kalimat itu terucap dengan suara yang tak terkontrol. laki-laki tersebut menjawab dengan bahasa asing. aku coba mengenali bahasa tersebut. ternyata itu bahasa india. "do you speak english?" tanyaku ragu. orang tersebut tetap menjawab dengan bahasa india. oh nice. hp ku  berada di tangan orang india yang tidak mengerti bahasa inggris. karna lelaki di ujung sana tetap mengoceh panjang lebar, aku letakkan ganggang telfon, pasrah. perasaanku campur aduk. kak gesha dan nanquib terdiam. beberapa detik berlalu tanpa suara. sampai akhirnya ibu keluar dari kamar. tanpa pikir panjang,  naquib menjelaskan semuanya pada ibu. ibuku menatapku. ia menarik nafas yang dalam dan menghembuskannya perlahan. aku hanya bisa menundukkan pandanganku, menyiapkan mental untuk menghadapi serentetan kata-kata ibuku yang akan keluar dari mulutnya. 
setelah selesai diomeli, aku sholat, lalu masuk ke kamar. naik ke atas tempat tidur, dan menatap langit- langit kamar. kenapa aku bisa seceroboh itu? sekarang hpku sudah hilang. hp ku yang masih memiliki pulsa 18 ringgit, hilang. ada perasaan menyesal, dan ada perasaan ketidakrelaan. saat aku sibuk dengan pikiranku, ka gesha masuk. dilihatnya aku sedang melamun. lalu ia mematikan lampu, dan naik ke atas tempat tidur. "udah, jangan dipikirin. itu udah jadi razki orang lain. mungkin ada hak orang lain yang dini ambil. atau, mungkin ini ujian buat dini. ambil aja hikmahnya. kita ga boleh terlalu sayang sama benda atau sama orang, kita harus ikhlasin, sama juga waktu nenek meninggal. semua yang kita miliki ini bukan punya kita, kan?" katanya, sambil berbalik badan dan tidur. alisku terangkat, tatapanku sekarang beralih dari langit-langit kamar ke sosok wanita yang membelakangiku ini.
dalam hati aku bertanya;
is she really my freaky sister? 
is she really my noisy sister? 
is she really my sister?
...
wow.
but, thanks.


Jumat, 1 April 2011.
02:07 a.m.

Monday, March 14

fourteen!

FOURTEEN FOURTEEN FOURTEEN
FOURTEEN FOURTEEN FOURTEEN FOURTEEN~

let's pretend none of this ever happened

Sunday, March 13

pray for Japan

I hope the living are save.
I hope the missing are found.
I hope the dead are at peace.


MARCH 11, 2011

an earthquake hit Japan and it also
caused a massive tsunami. it was an
8.8 earthquake and more than ten-
thousand people are currently missing.
about three hundred bodies 
were found on shore. there is even 
a chance for this tsunami to hit 50 
countries but there is no confirmation 
till the next few hours.
I seriously feel like crying :'(

please, pray for the world.


Saturday, March 5

cong

cong..cong.. emangnya gue bencong? ih.. tak sudi eke dipanggil cong! panggil fullname ake, Po-cong! 
*maaf atas ke-unyu-an barusan.

guys, I wanna tell you the truth..
percaya deh, jadi pocong itu gak enak banget!
emang ada yang mau jadi pocong? gak ada, kecuali orang bego yang otaknya rada-rada. kalo bukan karna zarra, aku ga bakal mau jadi pocong -,- terus, muka pake acara di make up sana sini *baca: mata dilingkarin gede pake celak, pake bedak banyak banget sampe bibir jd kering, terus pake cat air  (sekali lagi, CAT AIR!!) yang warnanya merah di pipi kayak jengkelin!. apa ga capek loncat-loncat? BANGET! gausah ditanya segala deh, kalo gak karna ujian praktek, aku jg gabakalan mau jd pocong IMOETZ kyk tadi :p tarus waktu gladi bersih di hall tadi siang, udah lah capeek, panas pula! perfect. tambah lagi, si andrea pake acara nangis segala waktu ngeliat aku lg didandanin sama zarra. oke, aku masih bisa maklum, soalnya dia emg keterlaluan takutnya kalo ngeliat gambar pocong, terus dia ngeliat akunya waktu di toilet yang terkenal satu SIK angkernya. tapi kalo dwi? haloooo.. dwi itu cowok ya, masa ngeliat aku aja dia takut? heish! iya sih, bu dewi juga ngaku kalo dia takut ngeliat aku :((
tapi asik juga sih, soalnya tadi aku jadi artis dadakan ^^ ulala~ diminta foto sana sini, tp mereka bilangnya gini: " eh mau foto sama pocong dooong" atau " eh cong, sini dong, foto dulu nyok!" 
JREENG!

andrea: un, akhirnya aku berani foto sama pocong! yee..
me: -______- ohaha.




Sunday, February 13

oh.. bu dewi

sebenernya cerita ini udah lama banget, tp gatau kenapa pingin diceritain disini :D hehe
cekidot gan~

jumat, 1 oktober 2010. \
siang itu, aku sedang berada di dalam kelas. shavira, adik kelasku datang bersama temannya adel, untuk mencariku. ternyata mereka ingin memberikan kado ulang tahun. ya, ulang tahunku yang ke 15 pada tanggal 30 september hari kamis kemarin. ternyata shavira ingin aku membuka kotak coklat berpita itu sekarang, maka, tanpa ba-bi-bu, aku langsung membukanya. boneka. ternyata aku aku dihadiahkan boneka teddy bear untuk ulang tahun ke 15-ku. wow. sebenarnya aku senang. terlalu senang malah, karna belum pernah ada yang memberiku hadiah boneka beruang. tidak juga ayah atau ibuku.
sepulang sekolah, andrea, teman sekelasku, memberitahukan bahwa anak kelas 9-1 tidak perlu membawa laptop untuk pengayaan bahasa indonesia besok. aha! itu dia. senang sekali rasanya tidak perlu repot membawa benda yanga berat itu besok. terlebih lagi besok adalah pengayaan pertama kami. maka, dengan bergumam "oh." aku melangkahkan kakiku pulang.

keesokan harinya, aku telah berada di sekolah. aku hanya mengenakan kemeja merah kotak-kotakku yang telah di setrika rapi tadi malam. dengan mantap, aku berjalan menuju kelas. kosong. kelas 9-1 itu kosong, bahkan lampu saja tidak menyala. sunyi sekali, aku jadi teringat cerita taman-teman tentang penghuni kelas 9-1 itu. katanya ada yang melihat tuyul, pocong, kuntilanak dan sejenisnya. dengan langkah gontai dan sedikit keberanian, aku menyalakan lampu. lalu menyeret kursi yang berada di dekatku. aku duduk, membuka halaman ke 32 novelku, dan berharap seseorang segera datang.
ternyata tuhan mengabulkan doaku. Tiwi Tirani, siswi kelas 9-2 membuka pintu perlahan. lalu ia meletakkan tasnya dia atas meja, dan duduk disebelahku. sudah menjadi kebiasaan anak kelas 9-2, untuk singgah ke kelas 9-1. karna kelas mereka berada di lantai atas, didepan perpustakaan yang terkenal angkernya.
selama kami berbual, andrea nabilla, teman sekelasku, datang bersama yang lain. ternyata mereka sudah datang dari tadi. mereka bercengkrama sambil menunggu teman-teman lain di depan hall. kemudian, tiwi, dan anak kelas 9-2 lainnya naik, menuju kelas mereka. tetapi aku tidak peduli, karna aku terlalu asik membaca novel autumn in paris-ku. tiba-tiba andrea menyentuh pundakku, "un, bawa latop ga?" tanyanya, polos. refleks, alis mataku terangkat. "loh? kan katanya hari ini gausah bawa laptop?!"
"iya, tapi ibu bilang hari ini jadi bawa laptop"
"kamu bawa ga?"
"bawa"
"yaah.. aku ga tau de, duh gimana dong.. aku gak dapet kabar sih" kataku, sedikit panik.
"duh, gatau deh un.."jawab andrea, cuek. tiba-tiba, bu Dewi, guru bahasa indonesia kami, masuk. "waah udah pada dateng, ini tolong andrea letakin laptop ibu diatas meja, ibu mau ambil sesuatu dulu dikantor".
sesaat beliau akan pergi, dengan spontan aku berkata, " ibu maaaaf.. saya ga bawa laptop, saya gatau kalo hari ini disuruh bawa laptop, padahal kemarin katanya gak jadi.. maaf ya bu.. " aku terus mengoceh dengan segala tetekbengek agar beliau memaafkanku. aku sangka beliau dengan mudahnya akan memaafkanku. tetapi aku salah. SALAH BESAR! air muka beliau langsung berubah. dengan sedikit tersenyum, ia bergumam, "biasanya yang gak bawa laptop itu, males buat  minjemin ke temennya". aku bingung. hendak bertanya lagi, tetapi tidak bisa, karna beliau telah masuk ke ruang kantor. aku berbalik badan, dan memberikan tatapan ada - apa - dengannya? , pada andrea. tetapi andrea hanya mengangkat bahu, cuek. 

lima menit kemudian, bu dewi masuk. tangannya penuh oleh lembaran soal-soal try out minggu lalu. dengan lembut beliau berkata,"anak-anak, sebelumnya, saya ingin mengingatkan kepada kalian semua, jangan jadi orang yang.. hm.. kikir. baik dalam bentuk benda, ataupun ilmu. percayalah ya nak, kalo ilmu itu kalian berikan kepada orang lain, ilmu tersebut tidak akan hilang, apa lagi jika ilmu itu bermanfaat kepada orang lain, begitu pula benda. hmm, begitu ya nak ya..." tutur beliau, sambil menatapku.
kelas hening. tidak ada sedikitpun suara. kemudian bu dewi mengeluarkan suara lagi, "baiklah anak-anak, kerjakan lagi soal-soal try out ini, mana yang tidak mengerti cari di internet". kemudian beliau membagikan soal-soal tersebut. kelas yang berjumlah 18 orang ini, tidak mengeluarkan suara, mereka dengan sigap mengeluarkan laptop mereka masing-masing. beberapa siswa ada juga yang tidak membawa laptop. tapi tanpa berkata apapun teman disebelahnya akan berbaik hati meletakkan laptopnya di tengah- tangah, agar dapat digunakan berdua. aku sangka hal tersebut terjadi pula padaku. ternyata tidak. andrea dengan cuek mengutak-atik laptopnya, tanpa mempedulikan aku.
sebelum aku sempat menyentuh lembaran soal tersebut, bu dewi, berkata dengan lantang, "sebelum itu, kita buat 4 kelompok ya, hem, siapa yang akan kalian calonkan menjadi ketuanya? ayo silahkan.."
"zarra buu..!" teriak nora.
"oke, kelompok pertama ketuanya zarra. siapa lagi?" kata bu dewi, sambil menulis nama zarra di papan tulis.
"heemm, fikran buu!" kata azmi lantang.
"gallo jugaa buu!" seorang lagi berteriak.
"hem oke, fikran sama gallo juga. siapa lagi nih?" tanya bu dewi.
hening.
"sodrina buu!" teriak gallo, dari belakang.
aku kaget. bermacam-macam kutukan keluar dr mulutku lewat bisikan kecil. untungnya tidak ada yang mendengar. "dini?" gumam bu dewi heran, sambil menatapku sinis. lalu beliau berkata lagi, "berbagi laptop saja dia tidak mau, apa lagi berbagi ilmu?" gumamnya, pelan. dingin dan menusuk. aku diam. otakku berusaha untuk mencerna satu kalimat tersebut. tidak ada yg mengeluarkan suara. tidak ada yang berani. setelah aku berhasil menelan kalimat tersebut. aku terperangah. tetapi tidak ada keberanian saat itu. maka, aku diam.
satu persatu, teman-temanku bergilir menuliskan nama mereka di bawah nama ketua yang mereka pilih. terlihat dengan jelas, dibawah nama zarra, fikran dan gallo, telah tertulis beberapa nama. tetapi tidak seorangpun yang menuliskan namanya di bawah namaku. tidak apa- apa. masih ada andrea dan wahyu yang belum menuliskan namanya. saat giliran wahyu, ia berdiri dan menuliskan namanya di bawah nama zarra. aku diam. aku hanya mampu menatap andrea. masih ada sedikit harapan untukku.
tetapi aku salah. lagi. andrea mengangkat tangannya, sambil sedikit berteriak kepada wahyu, "tolong tulisin namaku di bawah nama gallo dong.." katanya, polos. sangat polos. ia tidak sedikitpun melirik ke arahku, yang duduk di sebelahnya.
"kamu lihat sendiri kan,dini? tidak seorangpun yang memilih kamu, itu karna kamu tidak mau berbagi." kata bu dewi tiba-tiba. jantungku berdetak dua kali lebih cepat. aku tidak terima.
maka, dengan sedikit keberanian, akhirnya aku mengeluarkan suara, "saya bukannya gak mau berbagi bu, saya gak tau.. saya gak di kasih kabar.." kataku. sedikit terisak.
"kenapa kamu tidak tahu hah?!" jawab bu dewi. sambil bejalan dua langkah ke arahku. "kenapa cuma kamu yang tidak tahu?! AYO JAWAB!" teriakan bu dewi.
 haha. sunggu aneh. entah kenapa aku menjadi bisu.
"kenapa kamu tidak jawab pertanyaan saya?" kata bu dewi sinis. aku tetap diam menatapnya.
"itu karna kamu tidak mau tahu! KAMU TIDAK PERNAH MAU TAHU!!" beliau berteriak, mencondongkan badannya tepat 50 cm di depan mukaku, sambil melotot. aku menahan air mata yang nyaris keluar. mataku tidak lepas dari tatapannya.
"saya bukannya tidak mau tahu bu.." suaraku pecah.
tanpa mempedulikanku, bu dewi terus berteriak. "saya masih ingat, siapa-siapa saja anak yang berjanji akan membawa laptopnya hari ini. termasuk kamu!! iya kan?! sekarang kamu yang tidak menepati janjimu sendiri!". air mataku tidak dapat dibendung lagi. deras sekali. aku tidak berhasil menahannya. padahal, aku tidak ingin di cap sebagai si cengeng di kelas ini.
melihat aku menangis, bu dewi semakin menjadi-jadi. "tidak usah jual air mata ya disini! saya tidak butuh air matamu!" teriak beliau. aku menoleh ke kiri, ke arah andrea. manatapnya dengan tatapan please-bantu-aku! tetapi ia justru balik menatapku dengan tatapan maaf-aku-gak-bisa-bantu. aku tidak kuat begini terus. tubuhku mulai protes. aku bergerak-gerak tidak jelas, sambil menunduk. berusaha sekuat tenaga menahan isakanku.
"untuk apa kamu bergerak-gerak seperti itu? kamu mau meremehkan saya ya?!" hardik bu dewi. ingin sekali rasanya kabur dari kelas itu, jauh dari guru killer tersebut, dan dapat menangis sepuas-puasnya.
"APA SALAH KALAU SAYA MENGAJARI KAMU SEPERTI INI?!" teriaknya, menjadi-jadi. "APA SALAH KALAU SAYA MENERIAKI KAMU SEPERTI INI HAH?!" kini wajahnya tepat 30 cm di depan wajahku. tidak ada yang membelaku. aku hanya bisa menutup mata, sambil mengepal tanganku erat-erat. sementara itu, bu dewi belum puas meneriaki ku, "APA SALAH KALAU SAYA HANYA INGIN MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN PADAMU?!"
aku kaget. SANGAT KAGET! bergegas membuka mata. terlihat bu dewi tersenyum, sambil merentangkan tangannya lebar, untuk memelukku. kelas tiba- tiba menjadi ribut. ada yang berteriak "ahahaha! kasian deh lo di kerjain!" ada pula yang bergumam, "sabar ya uni.." dan ada pula yang berkata, "cup..cup..cup.. jangan nangis yaa.." tangis ku terhenti.
aku menatap andrea. ia tersenyum manis menatapku, sambil bergumam, "maafin aku tadi ya un.. maaf banget.." lalu aku menoleh ke arah bu dewi, ternyata kini ia tertawa. lalu aku menoleh lagi ke arah andrea, lalu bu dewi. tiba-tiba bu dewi memelukku. bagus, memang itu yang aku butuhkan. saat di peluk bu dewi, solah-olah aku menerima tamparan yang hebat, dan otakku memberitahukan  bahwa aku.. dikerjain. ya benar. d-i-k-e-r-j-a-i-n! tangisku memecah. sedih, kesal, haru, marah, menjadi satu. aku menangis sekuat-kuatnya. tubuhku berguncang oleh isakanku yang kuat. kelas menjadi ramai kembali. mereka tertawa. aku berusaha melepaskan diri dari pelukan bu dewi, hendak mengatakan sesuatu. entah mengapa, kelas yang tadinya ramai kini hening, untuk mendengarkan apa yang ingin aku katakan. dengan terisak aku bergumam, "...bb..bu.. dd.. ddewi jja..jjahh.. jahhaat.." tawa teman-temanku menggelegar. bu dewi juga tertawa terbahak-bahak.
sungguh, kenangan pahit yang tak bisa terlupakan.


me, and my teddy bear :)



my surprise birthday's party








Friday, February 4

all iz well~

februari.
4 februari.
hm.

oh februari, knp kau cepat sekali datang?!
bagus sekali teman, UN tinggal 2 bulan lagi! hoho keren! *nangis T_T

UN aja belom siap, apa lg UAS O_O hem, jujur ya,  lebih takut UAS dr pada UN. hmm.. ya, you know.. KARNA ADA IPS! dan IPS itu banyak banget ya hafalannya, dan itu juga kita mesti ngafalinnya dr kelas 1 smp sampe 3 smp. haha. oh, joy.
dan itu belom ditambah sama ujian harian, dan pr *apalagi pr senibudaya blablabla. hem, sebenernya sih bersyukur masih kelas 3 smp, kalo 3 sma gmn yak? +_+ bisa belajar sampe botak!
ya, berjuang lah kakak-kakakku yg SMA!

just say, ALL IZ WELL.

Monday, January 31

mom's birthday

 senin, 31 januari 2011 
mom: eh dini, kok sendiri?
*sambil buka pintu*
me: aduh bu cepetaan~ *kebelet pipis O_O
me: *keluar toilet*
mom: kak gesha sama naquib mana?
me: ka gesha kan pengayaan, kalo naquib futsal (pasang wajah innocent)

7 menit kemudian
me: aduh buu, lapaar...
mom: sabar, kalo ka gesha sama naquib udah datang, nanti baru kita nyari makan di luar, oke?
me: hmm.
*bel bunyi
mom: tuh dia udah datang, panjang umur haha
*ibu bukain pintu
nqb: (bawain kue yg lilinnya udah mati karna angin -..-)
gsh: (nenteng pizza di tangan)
me: HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY TO YOU~ *teriak dr belakang, dan
      ga nyante.

mom: *speechless,        
         *nutupin mulut          
         *tekotekotek..



        
inilah wajah-wajah bahagia + lesu +kumel.

Saturday, January 29

Mr.N

Well, sebenernya ini cerpen jaman dahulu kala buat tugas BI, tp lumayan deh jd postingan pertama :D *err maaf kalo kata-katanya lebay -,- 




Setahun yang lalu..
“Iyaa..! Dia kan ganteng banget, selalu bawa tempat air minum lagi! Ahahaha..” kataku pada Andrea, teman sekelasku.
“iiihh! Uni! Masa suka sama yg begituan sih..”
“emangnya kenapa? Mr.N kan ganteng banget...” jawabku, dengan pura-pura tersipu.
Mr.N yang kami maksud adalah seorang anak kelas 3 SMP, bergaya culun. Mr.N adalah sebutan bagi lelaki yang pura-pura aku sukai. Tetapi aku tidak sebenarnya suka pada lelaki tersebut. Sebenarnya Mr.N yang aku sebut-sebut itu bukan hanya satu. Melihat teman-temanku sudah punya pasangan masing-masing, dan sekalian mencari sensasi, maka timbullah ide-ide gila untuk menciptakan nama Mr.N.
Hari Jumat.  Aku melihat Andrea dan yang lain sedang mengabsen siswa-siswa yang telah sholat Jumat. Berhubung aku sedang tidak ada kerjaan, maka aku ikut membatu mereka. Ternyata, aku mendapat tugas untuk mengabsen siswa kelas 3 SMP. Lima menit kemudian, siswa-siswa yang baru selesai sholat jumat berbondong-bondong datang untuk mengabsen dirinya masing-masing. Sementara aku sedang sibuk mengabsen siswa-siswa, Sinat, teman sekelasku duduk dikursi sebelah  sambil memasang sepatunya.
“un, ada Mr.N tuh..” kata Sinat, sambil tertawa pelan.
“waaah.. iya iya! Aah ganteng banget sih tampangnya abis sholat Jumat..” jawabku asal.
Tanpa aku sadari, Mr.N mendengar percakapan kami. Dia hanya bingung menatapku dan Sinat.
“eh un, kayaknya dia denger deh omongan kamu tadi!” kata Sinat, setelah selesai memasang sepatunya.
“aah.. udah. Biarin aja” jawabku santai. Seakan tidak peduli kata-kata Sinat barusan.

Saat liburan semester tiba..
Aku sedang berada di kota Bukittinggi, untuk berlibur bersama keluarga. Sore itu, aku sedang berada di warnet. Sudah lama sekali tidak online, karna sebelum ini kami menginap di rumah nenek yang berada dipedesaan. Rasanya senang sekali bisa online, aku sudah tidak sabar untuk menceritakan liburanku kepada teman-teman yang sedang online saat itu. Lima menit pertama, aku sibuk membalas inbox dari teman-teman di KL. Sesaat kemudian gerakanku terhenti, karna ada seseorang yang namanya tidak aku kenal mengajakku chatting di facebook. Saat mencari tahu siapa lelaki tersebut, aku sangat terkejut, karna lelaki itu adalah Mr.N.
“olaa din ” kalimat pertama dari Mr.N
“eh, halo kak” kalimat itu aku ketik dengan rasa sedikit takut.
“lagi ngapain din?” balas lelaki itu. Saat ini aku sudah mulai dagdigdug, dan sedikit ngeri.
“online” balasku singkat.
“ooh.. liburan kemana aja din?”
“ ke padang”
“hmm.. dirumah ada siapa aja?”
“lagi gak dirumah” merasa lelaki ini akan menanyakan banyak hal lagi, aku putuskan untuk logout.
Setelah logout, dengan langkah gontai aku berjalan ke hotel yang tidak jauh dari warnet tempat aku online tadi. Pertanyaan-pertanyaan dari Mr.N tadi masih terbayang di kepalaku. Aku masih merasa ngeri. Sesampainya di dalam kamar hotel, aku segera menceritakan kejadian tadi pada kakakku.
“jadi gitu kak. Aneh kan? Kok dini jadi takut gini ya..” kataku setelah mengakhiri cerita.
“ahahha!!! Dia suka sama dini!!!” jawab kakakku setelah dia tertawa terbahak-bahak.
Aku diam. Bingung. Takut. Marah. Kesal. merinding.
“udah lah.. nyante aja kali! Biasa aja ntar sama dia kalo disekolah.” kata kakakku kembali, berusaha menenangkanku, ketika melihat ekspresi wajahku berubah takut. Sedangkan aku masih terdiam. Kemudian terdengar ibuku menyerukan supaya kami tidur sekarang. Dalam sekejap semua lampu mati, kacuali lampu tidur kecil di samping tempat tidur. Lima menit kemudian semua sudah tidur. Kecuali aku. Kata-kata kakakku masih terngiang-ngiang. Malam itu aku benar-benar menyesali perbuatan bodohku selama ini. Seharusnya aku tidak bertindak seperti benar-benar suka pada Mr.N! Seharusnya aku tidak menciptakan kata ‘Mr.N’ di dunia ini! Seharusnya aku tidak mencari sensasi seperti itu di depan teman-teman! Sepanjang malam itu aku sibuk menyalahkan diriku sendiri. Aku benar-benar tidak bisa tidur malam itu.
Setelah kejadian itu, aku tobat ._.



so, who is Mr. N? one thing was certain, he's my nightmare O_O

Introducing Me!

Hi I am Sodrina Foseta . Later, i will share an update in this blog.


Ciao!